Aliansi Anak Bangsa Tasikmalaya Tekankan Kedewasaan Berdemokrasi, Siap Kawal Program Unggulan Prabowo

oleh -45 Dilihat
oleh
Aliansi masyarakat menyerukan kedewasaan berdemokrasi dan menyatakan siap mengawal program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya menyerukan pentingnya menjaga persatuan, ketertiban, dan kedewasaan dalam berdemokrasi di tengah dinamika politik nasional.

Aliansi yang terdiri dari DPP Gerakan Ajengan Muda (GAM), GEMP4R (Gerakan Pendukung Presiden Prabowo), dan APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) itu juga menyatakan kesiapan mengawal berbagai program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Seruan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama yang digelar di Hotel Dewi Asri, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (24/8/2026).

Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya, Farhan Abdul Azis, mengatakan demokrasi tetap membutuhkan ruang kritik, pengawasan, dan penyampaian aspirasi masyarakat. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab serta tetap berada dalam koridor konstitusi.

“Kami hadir bukan untuk membungkam kritik atau menutup ruang aspirasi. Demokrasi memang membutuhkan kritik dan pengawasan. Namun, aspirasi jangan sampai ditunggangi provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat,” ujar Farhan.

Farhan menilai perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Karena itu, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat dinilai lebih baik diselesaikan melalui dialog, audiensi, maupun musyawarah.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan kehidupan nasional. Menurut Farhan, dinamika politik yang terjadi di Ibu Kota dapat memberikan dampak terhadap stabilitas sosial dan ekonomi di berbagai daerah.

“Persoalan bangsa harus diselesaikan melalui komunikasi dan dialog. Kritik tetap diperlukan, tetapi jangan sampai berubah menjadi tindakan yang memicu benturan di tengah masyarakat,” katanya.

Aliansi Anak Bangsa juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memperuncing perbedaan.

Ketua DPP Gerakan Ajengan Muda (GAM), Hadis Munawir, menambahkan bahwa kedewasaan berdemokrasi harus dibangun melalui etika, ilmu, argumentasi, serta solusi.

Ia menekankan pentingnya menghormati pemerintahan yang sah atau ulil amri. Namun, penghormatan tersebut, kata Hadis, bukan berarti masyarakat harus kehilangan sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah.

“Ketaatan kepada pemerintah yang sah harus berjalan beriringan dengan kontrol sosial dan nasihat yang konstruktif. Kritik harus disampaikan dengan adab, ilmu, argumentasi, dan solusi, bukan dengan narasi yang memicu konflik horizontal,” tutur Hadis.

Hadis juga menyinggung dinamika penyampaian aspirasi masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Pati. Ia mendorong pemerintah untuk terus membuka ruang dialog yang inklusif sehingga berbagai keresahan masyarakat dapat disampaikan dan dicarikan solusi tanpa berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

Selain menyerukan kedewasaan dalam berdemokrasi, Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya menyatakan komitmennya untuk mendukung sekaligus mengawal program strategis pemerintah pusat.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aliansi mendorong agar pelaksanaan program tersebut berlangsung transparan, berkualitas, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Farhan, pengawasan masyarakat diperlukan agar program pemerintah tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kelompok penerima manfaat.

Selain MBG, Aliansi Anak Bangsa juga mendorong percepatan penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai salah satu instrumen pengembangan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

“Pembangunan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka-angka statistik, tetapi harus dirasakan langsung oleh pedagang pasar, pelaku UMKM, petani, hingga masyarakat desa. KDMP harus dikelola secara profesional dan bebas dari kepentingan kelompok tertentu,” tegas Farhan.

Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya berharap masyarakat dapat mengambil peran dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Tokoh agama, generasi muda, pelaku usaha, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat dinilai memiliki peran penting sebagai perekat persatuan.

Aliansi menegaskan bahwa perbedaan pilihan dan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus persaudaraan maupun memicu konflik sosial.

Melalui sikap bersama tersebut, Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya mengajak masyarakat untuk mengedepankan demokrasi yang dewasa, kritik yang konstruktif, dialog, persatuan, serta pengawasan terhadap program pemerintah.

Dengan demikian, dukungan terhadap pemerintahan dapat berjalan beriringan dengan kontrol publik, sehingga berbagai program pembangunan, termasuk MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.