Asap Membumbung dari TPA Nangkaleah Tasikmalaya, Petugas Berjibaku Cegah Api Mendekati Permukiman

oleh -36 Dilihat
oleh
Upaya petugas gabungan memadamkan Api di TPA Nangakleah Coray Kecamatan Mangunreja Kaupaten Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Langit di atas Kampung Cioray, Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, masih diselimuti asap tebal ketika pagi mulai datang, Rabu (26/8/2026).

Dari kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nangkaleah, kepulan asap membumbung tinggi. Di baliknya, api masih membakar tumpukan sampah yang menggunung.

Kebakaran yang mulai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB itu dengan cepat meluas. Lebih dari 5 hektare area TPA Nangkaleah dilaporkan terdampak api, dari total kawasan yang luasnya sekitar 10 hektare.

Bagi warga sekitar, pemandangan tersebut bukan sekadar kebakaran biasa. Asap tebal menjadi pengingat bahwa di balik tumpukan sampah yang setiap hari terus bertambah, tersimpan persoalan yang tidak sederhana.

Di lokasi, petugas gabungan harus berhadapan dengan tumpukan sampah yang tebal. Api tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi juga dapat menyimpan bara di bagian dalam.

Petugas Damkar Kabupaten Tasikmalaya bersama Tagana, TNI, Polri dan personel Yonif TP 939/Macan Putih dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.

Tujuh unit armada pemadam kebakaran dan tangki air turut diterjunkan. Namun, medan yang dihadapi petugas tidak mudah.

Tumpukan sampah yang tebal membuat api sulit dijangkau. Air yang disemprotkan ke permukaan belum tentu mampu memadamkan bara yang berada jauh di bawah.

Armada pemadam harus berulang kali mengambil air dari lokasi yang cukup jauh. Setiap perjalanan menjadi bagian dari perjuangan untuk memastikan api tidak kembali membesar.

Ketua Forum Komunikasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetiya, mengatakan luas area yang terbakar sudah lebih dari 5 hektare.

Meski begitu, ada satu hal yang menjadi kelegaan bagi petugas. Api berhasil dilokalisasi sehingga tidak merambat ke permukiman warga.

“Alhamdulillah, api berhasil kami lokalisasi sehingga tidak sampai merambat ke area permukiman warga,” ujar Jembar..

Asap masih mengepul dari sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat warga yang tinggal di sekitar kawasan TPA Nangkaleah harus meningkatkan kewaspadaan.

Jembar mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

“Karena tebalnya asap, kami mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari gangguan pernapasan,” katanya.

Asap menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi petugas harus memastikan api benar-benar padam, sementara di sisi lain masyarakat harus mengurangi paparan asap yang masih keluar dari kawasan TPA.

Kepala UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Agus Toni, mengatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Namun, berdasarkan indikasi awal di lapangan, titik api diduga berasal dari baterai bekas yang berada di antara tumpukan sampah.

Material mudah terbakar yang bercampur di dalam tumpukan sampah membuat api cepat menjalar.

“Penyebab sementara diperkirakan berasal dari baterai bekas. Banyaknya barang-barang yang mudah terbakar di dalam tumpukan sampah membuat material cepat menyala dan api merambat dengan sangat cepat,” terang Agus.

Dugaan tersebut sekaligus menggambarkan betapa kompleksnya persoalan di balik tumpukan sampah. Benda yang terlihat sepele dan sudah dibuang ternyata dapat menjadi pemicu kebakaran ketika bercampur dengan material mudah terbakar lainnya.

Rabu siang, ketika kobaran api mulai terkendali, pekerjaan petugas belum berakhir.

Mereka masih melakukan cooling down atau pendinginan.

Air disemprotkan secara mendalam ke tumpukan sampah untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di bagian bawah.

Langkah ini dilakukan karena kebakaran di area TPA memiliki karakter berbeda. Api yang terlihat padam dari permukaan belum tentu benar-benar mati.

Bara dapat bertahan di dalam tumpukan dan kembali memunculkan titik api beberapa waktu kemudian.

Karena itu, petugas terus menyisir dan memantau kawasan yang terbakar.

Bagi mereka, memadamkan kebakaran TPA Nangkaleah Tasikmalaya bukan hanya tentang menghentikan kobaran api yang terlihat mata. Lebih dari itu, mereka harus memastikan panas yang tersembunyi di balik tumpukan sampah benar-benar hilang.

Kebakaran TPA Nangkaleah akhirnya menjadi cerita tentang lebih dari sekadar api.

Ada petugas yang harus bekerja di tengah panas dan asap. Ada armada yang harus bolak-balik mencari sumber air. Ada warga yang harus mengenakan masker dan membatasi aktivitas di luar rumah.

Dan ada tumpukan sampah yang kembali menunjukkan bahwa sesuatu yang dianggap sudah selesai ketika dibuang, ternyata masih menyimpan persoalan panjang.

Hingga Rabu siang, petugas gabungan masih memastikan api tidak kembali menyala dan tidak merambat ke permukiman.

Di tengah kepulan asap yang perlahan menipis, satu harapan warga tetap sama: kebakaran benar-benar padam dan lingkungan kembali aman.

Sebab bagi masyarakat di sekitar TPA Nangkaleah Mangunreja, yang mereka tunggu bukan sekadar api berhenti membakar, tetapi juga udara kembali nyaman untuk dihirup dan aktivitas sehari-hari bisa berjalan seperti biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.