TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Ratusan warga Dusun Cibongas, Desa Cibongas, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kecamatan Pancatengah. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak yang hingga kini belum diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Warga menilai pemerintah daerah tidak adil dalam pemerataan pembangunan infrastruktur. Pasalnya, ruas jalan sepanjang sekitar 800 meter di Dusun Cibongas masih dibiarkan rusak, sementara ruas jalan di sisi lainnya telah mendapatkan perbaikan berupa pengaspalan hotmix.
Dalam video yang beredar di media sosial, salah seorang perwakilan warga menyampaikan bahwa masyarakat merasa dianaktirikan karena jalan di wilayah mereka belum mendapat perhatian, meski berada di jalur yang sama dengan ruas jalan yang sudah diperbaiki.
“Jalan yang hanya sekitar 800 meter ini tidak diperbaiki, padahal ruas jalan di sebelahnya sudah dihotmix. Kami merasa dianaktirikan,” ujar salah seorang perwakilan warga saat menyampaikan aspirasi.
Sebagai bentuk kekecewaan, warga menutup akses jalan utama di Kecamatan Pancatengah dan membakar ban bekas. Aksi tersebut menarik perhatian masyarakat yang melintas serta mendapat pengawalan dari aparat keamanan.
Warga juga mengaku kecewa terhadap kebijakan pembangunan yang dinilai tidak merata. Mereka menegaskan bahwa seluruh masyarakat memiliki kewajiban yang sama dalam membayar pajak sehingga seharusnya memperoleh pelayanan dan pembangunan yang setara.
“Padahal kami sama-sama membayar pajak seperti warga lainnya. Kenapa jalan di kampung kami tidak juga diperbaiki?” kata salah seorang warga.
Tak hanya menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, massa juga meminta perhatian Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Jawa Barat agar segera membantu menyelesaikan persoalan jalan rusak tersebut.
“Kami juga ingin menikmati jalan yang bagus seperti masyarakat di daerah lainnya. Kami berharap Presiden dan Gubernur Jawa Barat dapat memperhatikan kondisi jalan di kampung kami,” ungkapnya Muhidin salah satu warga.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera memberikan kepastian terkait perbaikan jalan sepanjang sekitar 800 meter tersebut agar aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan, perekonomian, dan transportasi, dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terkait tuntutan warga mengenai perbaikan ruas jalan tersebut.







