TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Bursa pencalonan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tasikmalaya periode 2026-2029 resmi dibuka. Empat nama mulai mencuat dan disebut berpotensi maju dalam Musyawarah Cabang (Muscab) HIPMI Kota Tasikmalaya yang dijadwalkan 2 November 2026.
Keempat nama tersebut yakni Muhammad Indra Herlambang, Firman Abdul Rohman, Reza Hermawan, dan Genta Dirgantara.
Namun, keempatnya belum ditetapkan sebagai calon resmi. Kepastian kandidat masih menunggu proses pendaftaran dan verifikasi persyaratan yang dilakukan Steering Committee (SC) Muscab HIPMI Kota Tasikmalaya.
Ketua SC Muscab HIPMI Kota Tasikmalaya, Arya Anantama Ramadhani, mengatakan pengambilan formulir pendaftaran dibuka mulai 6-8 Oktober 2026. Selanjutnya, pengembalian formulir berlangsung pada 9-18 Oktober 2026.
“Untuk fase pertama ada pengambilan formulir dari tanggal 6 sampai 8 Oktober. Kemudian pengembalian formulir tanggal 9 sampai 18 Oktober,” ujar Arya.
Setelah pendaftaran ditutup, panitia akan melakukan verifikasi calon. Hasil verifikasi dijadwalkan ditetapkan pada 21 Oktober 2026. Pada hari yang sama, SC akan menggelar konferensi pers dan pengambilan nomor urut calon.
Tahapan kemudian dilanjutkan dengan debat calon ketua umum pada 22-23 Oktober. Kuliah umum dijadwalkan 24 Oktober, sebelum puncak Muscab pada 2 November 2026.
“Kami berharap calon ketua yang sudah siap dan memenuhi syarat bisa mulai mengambil formulir di sekretariat,” katanya.
SC juga menetapkan biaya dalam proses pencalonan. Calon dikenakan biaya Rp5 juta saat mengambil formulir dan Rp100 juta ketika mengembalikan formulir.
Arya menegaskan, dana tersebut digunakan untuk membiayai seluruh rangkaian Muscab dan bukan untuk kepentingan pribadi panitia.
“Uang pendaftaran dan pengembalian akan digunakan sepenuhnya untuk kegiatan Muscab, 100 persen. Kalau untuk pelantikan, itu berbeda lagi,” jelasnya.
Dana tersebut tidak dikembalikan secara penuh apabila calon mengundurkan diri, tidak lolos verifikasi, maupun kalah dalam pemilihan. Pengembalian dilakukan berdasarkan persentase sesuai kondisi masing-masing calon.
“Kalau mengundurkan diri atau tidak lolos verifikasi, ada persentase pengembaliannya. Kalau kalah juga ada persentase pengembalian. Jadi tidak 100 persen dikembalikan,” ujarnya.
Muscab HIPMI Kota Tasikmalaya mengusung tema “Pengusaha Muda Bersatu, Ekonomi Tasikmalaya Maju.”
Selain memilih ketua umum baru, HIPMI juga menyoroti tantangan dunia usaha, terutama terkait kualitas sumber daya manusia (SDM).
Arya menyebut karakter tenaga kerja, khususnya generasi muda, menjadi salah satu tantangan bagi pengusaha.
“Kalau tantangan yang dihadapi lebih ke arah SDM. Berkaitan dengan Gen Z, mungkin ada yang kinerjanya belum sesuai, turnover karyawannya tinggi. Kadang ada yang meminta gaji tinggi, tetapi kemampuannya belum punya,” katanya.
Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pengusaha dan pekerja agar peningkatan kompetensi SDM dapat berjalan seiring dengan kebutuhan dunia usaha.
Sementara itu, proses perekrutan dan pembaruan keanggotaan HIPMI Kota Tasikmalaya masih dibuka hingga 24 Oktober 2026. Saat ini sekitar 60 anggota telah memiliki KTA, dari total sekitar 100 anggota aktif.
Arya mengatakan masih ada anggota yang belum mengaktifkan atau memperbarui KTA melalui aplikasi HIPMI Go.
“Sekarang sistem KTA melalui aplikasi HIPMI Go. Ada beberapa teman yang belum aktivasi atau belum memperbarui KTA-nya, karena setiap tahun harus diperbarui,” pungkasnya.







