TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Deru kendaraan dinas yang biasanya identik dengan tugas pengaturan lalu lintas, Jumat (24/7/2026), justru membawa kebahagiaan ke Panti Sosial Asuhan Anak An-Nur di Kampung Cidoyang, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Bukan razia atau penindakan, melainkan beberapa ekor kambing, ikan konsumsi, dan benih ikan yang diserahkan kepada anak-anak panti.
Bantuan dari Satlantas Polres Tasikmalaya itu bukan sekadar bentuk kepedulian sosial. Di baliknya tersimpan harapan agar anak-anak yatim di panti memiliki bekal untuk membangun kemandirian melalui peternakan dan budidaya ikan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program SUJUD (Sedekah untuk Jariah dan Dedikasi untuk Kemanusiaan), sebuah gerakan sosial yang dijalankan secara rutin oleh jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya dengan menyisihkan sebagian rezeki para anggotanya setiap hari Jumat.
Mewakili Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, Kanit Turjawali Satlantas Polres Tasikmalaya, Ipda Dian Mardiana, mengatakan program ini lahir dari semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Program SUJUD merupakan program sedekah untuk jariah dan dedikasi untuk kemanusiaan. Kami menyisihkan sebagian rezeki dari para anggota untuk disalurkan setiap hari Jumat. Kali ini kami memberikan beberapa ekor kambing, benih ikan, dan ikan konsumsi kepada Panti Asuhan An-Nur,” ujarnya.
Di halaman panti, kambing-kambing yang baru datang langsung menjadi perhatian anak-anak. Sebagian tampak antusias mendekat, sementara yang lain memperhatikan dengan rasa penasaran. Bagi mereka, hewan ternak tersebut bukan hanya bantuan, tetapi juga pengalaman baru untuk belajar memelihara dan bertanggung jawab.
Menurut Dian, pemilihan kambing dan benih ikan bukan tanpa alasan. Satlantas melihat panti memiliki potensi untuk mengembangkan peternakan dan budidaya ikan sehingga dapat menjadi sumber pangan sekaligus penghasilan di masa mendatang.
“Kami melihat di panti ini sudah ada anak-anak yang beranjak dewasa dan berpotensi mengembangkan ternak kambing. Harapannya kambing ini bisa dikembangbiakkan sehingga menjadi program ketahanan pangan yang bermanfaat bagi panti. Begitu pula dengan benih ikan, nantinya bisa dibudidayakan, sedangkan ikan konsumsi dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan makan sehari-hari anak-anak,” jelasnya.
Konsep bantuan produktif seperti ini diharapkan mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan. Ketika kambing berkembang biak dan kolam ikan mulai menghasilkan panen, panti tidak hanya terbantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki peluang memperoleh tambahan pendapatan.
Bagi Pengurus Panti Sosial Asuhan Anak An-Nur, Burhanudin, bantuan tersebut merupakan jawaban atas keinginan anak-anak yang sejak lama ingin belajar beternak.
Ia mengaku selama ini anak-anak sering menyampaikan keinginan memiliki kambing untuk dipelihara bersama. Kini, harapan itu akhirnya terwujud.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan anak-anak bisa menikmati dan merasakan manfaat dari bantuan yang diberikan. Kambing dan ikan ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan panti, bahkan menjadi usaha apabila hasilnya berkembang. Bantuan seperti ini sangat berarti karena kami masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” katanya.
Burhanudin berharap bantuan tersebut menjadi awal lahirnya berbagai kegiatan produktif di lingkungan panti. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, aktivitas beternak dan budidaya ikan juga dapat menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak.
“Anak-anak memang sudah menyampaikan keinginan untuk memelihara kambing. Alhamdulillah sekarang ada kesempatan dan fasilitasnya. Mudah-mudahan ini menjadi kegiatan yang bermanfaat dan bisa menjadi bekal bagi mereka di masa depan,” pungkasnya.
Program SUJUD menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu diwujudkan dalam bentuk bantuan konsumtif. Dengan menghadirkan ternak kambing dan benih ikan, Satlantas Polres Tasikmalaya berupaya menanam benih kemandirian yang diharapkan terus tumbuh bersama anak-anak panti.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, langkah kecil seperti ini memiliki makna besar. Sebab, yang diberikan bukan hanya kebutuhan hari ini, melainkan kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.






