Diduga Dihantam Batu, Remaja di Tasikmalaya Kritis

oleh -11 Dilihat
oleh
Sorang remaja tidak sadarkan diri usai diguga dihantam bantu oleh genk motor di Jalan Ir Juanda Cilrmbang Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Seorang remaja berusia 16 tahun, Ikrom Maulana Malik, warga Lewimalang, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah diduga menjadi korban penganiayaan geng motor.

Ikrom yang sehari-hari berjualan jasuke (jagung susu keju) itu mengalami luka parah pada bagian kepala. Kondisinya kini dilaporkan kritis dan masih mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut diduga terjadi di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di depan eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kabar mengenai kejadian tersebut juga beredar melalui media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat Ikrom dalam kondisi tergeletak dengan bagian kepala berlumuran darah. Sejumlah temannya tampak berusaha membantu dan membopong tubuh korban.

Dalam rekaman tersebut, terdengar suara seseorang yang merekam kejadian sambil mempertanyakan lokasi peristiwa dan menyebut korban diduga diserang oleh sekelompok gangster.

Ibu korban, Meli Widiawati, mengatakan peristiwa tersebut terjadi setelah anaknya selesai menonton pertunjukan musik di kawasan Cilembang. Saat itu, Ikrom baru saja pulang setelah bekerja sebagai pedagang jasuke.

Sebelum kejadian, Ikrom sempat berkumpul bersama sejumlah temannya. Namun, pihak keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti seluruh rangkaian kejadian hingga Ikrom mengalami luka parah.

“Jadi saat itu anak saya berada di posisi paling depan dan tidak memakai helm. Saya menduga korban dipukul menggunakan batu atau balok kayu ke bagian tengah kepala anak saya,” kata Meli saat ditemui di Rumah Sakit Hermina, Selasa (1/9/2026).

Meli mengatakan, luka pada bagian kepala membuat kondisi Ikrom cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi dari dokter, kondisi anaknya sangat lemah dan membutuhkan penanganan medis secara intensif.

Keluarga pun kini masih menunggu perkembangan kondisi Ikrom sembari berupaya memenuhi kebutuhan biaya pengobatan.

“Sekarang anak saya kondisinya kritis. Saya juga bingung untuk masalah biaya pengobatan anak saya. Hingga hari kedua perawatan, tagihan rumah sakit tercatat telah mencapai kisaran Rp17 juta,” ungkapnya.

Menurut Meli, keluarga saat ini tengah mengupayakan pengurusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk membantu proses administrasi dan pembiayaan pengobatan Ikrom.

“Kita sekarang mengandalkan pengurusan SKTM untuk memproses administrasi,” tuturnya.

Di tengah kondisi anaknya yang masih kritis, Meli berharap kasus dugaan penganiayaan tersebut dapat segera diusut oleh aparat kepolisian. Ia meminta polisi mengungkap siapa saja yang terlibat dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

“Kami berharap aparat kepolisian bisa bertindak cepat dan mengusut tuntas kasus ini. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali terjadi dan ada korban lainnya,” harap Meli.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dugaan penganiayaan tersebut.

“Masih pendalaman, anak-anak (anggotanya) masih di lapangan,” kata Januar saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Polisi masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui secara utuh kronologi kejadian, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden yang menyebabkan remaja penjual jasuke tersebut mengalami luka serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.