Diduga Lalai Tangani Ibu Hamil, DPRD Soroti Pelayanan IGD Puskesmas Manonjaya

oleh -23 Dilihat
oleh

TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Dugaan kelalaian pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Manonjaya menjadi sorotan publik.

Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Aldira Yusup Dikrian, meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut setelah muncul laporan seorang ibu hamil yang diduga dua kali dipulangkan sebelum akhirnya melahirkan sendiri di rumah.Bayi yang dilahirkan kemudian dilaporkan meninggal dunia empat hari setelah persalinan.

Aldira menilai, apabila kronologi yang disampaikan keluarga korban terbukti benar, maka kejadian tersebut merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele.

Menurutnya, pelayanan terhadap pasien, khususnya ibu hamil yang menunjukkan tanda-tanda persalinan, harus mengedepankan aspek keselamatan dan kemanusiaan.

“Pelayanan di Puskesmas Manonjaya, terutama di IGD, harus dievaluasi secara menyeluruh. Kompetensi sumber daya manusia (SDM)-nya patut dipertanyakan. Padahal pasien sudah menunjukkan tanda-tanda persalinan, tetapi justru diminta pulang,” ujar Aldira, Minggu (19/7/2026).

Ia mengatakan, kasus serupa bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Sebelumnya, dugaan pelayanan kesehatan yang bermasalah juga sempat mencuat di wilayah Kecamatan Cineam dan Karangjaya

“Ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya juga pernah terjadi di Cineam. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa standar pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan masih perlu banyak pembenahan,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima dari laporan masyarakat, ibu hamil tersebut pertama kali datang ke IGD Puskesmas Manonjaya karena sudah merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Setelah menjalani pemeriksaan, pasien disebut dipersilakan pulang dengan alasan pembukaan persalinan masih pada tahap awal.

Beberapa waktu kemudian, kondisi ibu hamil itu kembali memburuk sehingga keluarga membawanya lagi ke IGD untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, menurut pengakuan keluarga, pasien kembali diminta pulang tanpa dilakukan observasi lebih lanjut.

Keluarga juga mengaku sempat mendengar ucapan salah seorang petugas yang dinilai kurang menunjukkan empati terhadap kondisi pasien.

Setelah kembali ke rumah, kondisi pasien semakin kritis hingga akhirnya melahirkan seorang diri di kamar mandi tanpa didampingi tenaga kesehatan.

Peristiwa tersebut berujung duka. Empat hari setelah proses persalinan, bayi yang dilahirkan dilaporkan meninggal dunia. Keluarga menduga kondisi itu berkaitan dengan tidak optimalnya penanganan medis sejak awal ketika ibu hamil datang mencari pertolongan.

Menyikapi hal tersebut, Aldira meminta Kepala Puskesmas Manonjaya segera melakukan investigasi internal terhadap seluruh petugas yang bertugas saat kejadian. Ia juga mendesak agar diberikan sanksi administratif apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur maupun tindakan yang tidak sesuai dengan etika profesi.

“Kehilangan nyawa seorang bayi tentu menjadi peristiwa yang sangat memilukan. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban akibat pelayanan yang tidak maksimal,” tegasnya.

Selain pemeriksaan terhadap petugas, Aldira juga meminta dilakukan evaluasi total terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan IGD, khususnya dalam penanganan pasien ibu hamil yang datang dengan kondisi kegawatdaruratan. Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan harus memiliki standar pelayanan yang cepat, tepat, profesional, dan humanis.

Ia berharap evaluasi tersebut dapat menjadi momentum perbaikan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan pemerintah dapat kembali meningkat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Manonjaya maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kelalaian tersebut. Konfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan dr Aa Ahmad Nurdin tidak memberikan respon apapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.