Diduga Mabuk Obat Batuk, Pengemudi Pick Up Diamuk Massa karena Disangka Begal di Tasikmalaya

oleh -12 Dilihat
oleh
Tangkapan layar, video viral dugaan pelaku begal di Kecamatan Bojonggambir

TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Video yang memperlihatkan seorang pria diamuk warga di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, viral di media sosial dan sempat memunculkan dugaan adanya aksi begal.

Namun, hasil penyelidikan kepolisian memastikan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan tindak kriminal pembegalan, melainkan kecelakaan tunggal yang dipicu kondisi pengemudi yang diduga berada di bawah pengaruh obat batuk yang dikonsumsi secara berlebihan.

Dalam video yang beredar luas, tampak seorang pria menjadi sasaran amarah warga setelah mobil pikap yang dikendarainya mengalami kecelakaan dan masuk ke area perkebunan teh. Situasi semakin memanas karena pria tersebut menunjukkan perilaku yang tidak wajar.

Menurut rekaman video, saat warga hendak memberikan pertolongan, pria tersebut justru melempari mereka dengan batu.

“Tah ieu mobilna, rek ditulungan kalah maledog. Tah ieu batuna,” ujar seorang warga dalam video yang beredar.

Video lainnya memperlihatkan seorang pengemudi minibus yang mengaku sempat dihentikan oleh pria tersebut sebelum kejadian. Pengemudi itu mengatakan korban meminta mobilnya dan bahkan ingin mengambil alih kemudi.

“Nyegat didinya tadi ieu cenah mobil cilaka. Untung seueur jalmi di dieu,” ujar pengemudi minibus kepada warga.

Salah seorang saksi mata, Ujang, mengatakan perilaku pria tersebut membuat warga ketakutan karena dinilai di luar batas kewajaran.

“Awalnya warga mau menolong karena mobilnya mengalami kecelakaan. Tapi setelah itu dia malah mengamuk dan melempari warga dengan batu. Kondisinya seperti orang mabuk atau kesurupan sehingga warga panik,” katanya.

Kapolsek Bojonggambir, Iptu Agus Sukmana, membenarkan peristiwa yang viral tersebut. Ia menegaskan tidak ada aksi pembegalan seperti yang ramai diperbincangkan masyarakat.

“Bukan begal, tidak ada peristiwa pembegalan. Anggota kami langsung turun ke lokasi dan memastikan kejadian tersebut hanya kesalahpahaman,” kata Iptu Agus Sukmana, Senin (27/7/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pengemudi diketahui bernama Cucu Yusup, seorang wiraswasta asal Kampung Sindangkasih, Desa Singasari, Kecamatan Taraju.

Saat kejadian, Cucu mengendarai mobil pikap dengan kecepatan tinggi dari arah Bojonggambir menuju Culamega. Polisi menduga ia mengemudi setelah mengonsumsi obat batuk dalam jumlah berlebihan sehingga kehilangan kendali.

“Diduga karena meminum obat batuk dalam jumlah banyak, mobil yang dikendarai saudara Cucu terperosok sekitar lima meter ke dalam kebun teh milik warga dari bahu jalan,” jelas Agus.

Setelah mobil masuk ke kebun teh, Cucu meminta pertolongan kepada warga sekitar. Namun ketika warga datang untuk membantu, perilakunya berubah tidak terkendali sehingga memicu kepanikan dan kesalahpahaman.

Menerima laporan tersebut, tiga anggota piket Polsek Bojonggambir, yakni Aipda Ahmad, Aipda Angga Somantri, dan Bripka Rega Ramdani, langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi.

Polisi bersama aparat desa kemudian memberikan penjelasan kepada warga hingga suasana kembali kondusif.

“Setelah pihak desa dan petugas kepolisian datang, kesalahpahaman bisa diselesaikan. Tidak ada unsur pembegalan seperti yang sempat dikhawatirkan warga,” ujar Agus.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, kepolisian memastikan insiden tersebut murni merupakan kecelakaan tunggal yang dipicu kondisi pengemudi, bukan aksi kejahatan jalanan.

Kapolsek Bojonggambir juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkan kabar, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.