Dua Nelayan Cipatujah Hilang Setelah Perahu Terbalik Dihantam Ombak Besar

oleh -14 Dilihat
oleh
Dua nelayan Cipatujah, Tasikmalaya, hilang setelah perahu Pahala Kencana terbalik dihantam ombak besar. Tim SAR masih melakukan pencarian.

TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Dua nelayan asal Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, hilang setelah perahu Pahala Kencana yang mereka tumpangi terbalik dihantam ombak besar di perairan Pelabuhan Pamoekan, Selasa (29/9/2026) malam.

Kedua nelayan tersebut yakni Ending (58) dan Weli (48). Hingga Rabu (30/9/2026) pagi, keduanya masih dalam pencarian tim gabungan.

Sementara satu nelayan lainnya, Budi Andriana (33), berhasil selamat setelah berenang menuju daratan.

Peristiwa kecelakaan laut tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, ketiga nelayan asal Kampung Karanganyar, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, tengah dalam perjalanan pulang setelah memasang jaring layur.

Kapolsek Cipatujah Iptu Agus Sukmana mengatakan, ketiga nelayan berangkat melaut sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan perahu milik Ending.

Namun saat perjalanan kembali ke daratan, perahu mereka dihantam gelombang besar. Perahu kemudian terbalik di tengah laut yang kondisinya gelap.

“Saat perjalanan pulang setelah pasang jaring, perahu dihantam ombak besar sampai terbalik,” kata Agus.

Lokasi kejadian diperkirakan hanya sekitar 100 meter dari bibir pantai. Teriakan minta tolong kemudian terdengar oleh nelayan setempat, Endang Duyeh (60).

Endang yang melihat kondisi perahu langsung berusaha memberikan pertolongan bersama warga lainnya. Dari upaya tersebut, Budi berhasil diselamatkan dan dibawa menuju daratan. Sedangkan Ending dan Weli belum berhasil ditemukan.

Perahu Pahala Kencana yang digunakan ketiga nelayan tersebut baru ditemukan pada Rabu pagi. Perahu ditemukan dalam kondisi terbalik di sekitar lokasi kejadian.

Kasat Pol Airud Polres Tasikmalaya AKP Dian Susila Setya mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan personel dan armada untuk mencari kedua nelayan yang masih hilang.

Sebanyak tiga perahu dikerahkan dalam pencarian, termasuk melibatkan tim SAR dari kalangan nelayan setempat.

Namun, kondisi laut yang masih berbahaya membuat petugas harus menyesuaikan pola pencarian. Dua perahu ditarik kembali karena gelombang dinilai terlalu tinggi.

“Kami tarik dulu dua perahu karena gelombang sangat tinggi. Satu perahu masih standby melakukan pencarian. Sore ini akan kami kerahkan kekuatan penuh,” ujar Dian.

Hingga Rabu pagi, pencarian terhadap Ending dan Weli masih berlangsung. Petugas menyisir perairan di sekitar lokasi perahu ditemukan dengan mempertimbangkan kondisi gelombang dan keselamatan tim di lapangan.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga pesisir Cipatujah, terlebih kecelakaan terjadi saat kondisi laut sedang berombak tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.