Ledakan di Dapur SPPG Bunga Bangsa Bojonggambir, Tiga Relawan Luka Bakar

oleh -23 Dilihat
oleh
Ilustarsi AI

TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Ledakan terjadi di Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Bunga Bangsa Bojonggambir 1, Kampung Ciawi, Desa Bojonggambir, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga relawan SPPG mengalami luka bakar. Dua korban mengalami luka bakar berat, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka bakar ringan.

Kapolsek Bojonggambir Polres Tasikmalaya, Iptu Agus Sukmana, membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, telah terjadi ledakan di Dapur SPPG Bunga Bangsa Bojonggambir 1. Dalam kejadian ini terdapat tiga korban yang merupakan relawan,” ujar Iptu Agus Sukmana.

Tiga korban dalam peristiwa tersebut diketahui merupakan relawan yang bertugas di SPPG Bunga Bangsa Bojonggambir 1.

Dua korban, yakni Rohmat Nurhikmat dan Abdullah, mengalami luka bakar berat. Sementara Dwi Kartika Sari mengalami luka bakar ringan.

“Untuk korban Rohmat Nurhikmat dan Abdullah mengalami luka bakar berat. Sedangkan Dwi Kartika Sari mengalami luka bakar ringan,” kata Agus.

Setelah kejadian, ketiga korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Bojonggambir untuk mendapatkan pertolongan medis.

Karena mengalami luka bakar berat, Rohmat Nurhikmat dan Abdullah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit SMC Tasikmalaya. Sementara Dwi Kartika Sari mendapatkan perawatan di Puskesmas Bojonggambir.

Ledakan terjadi ketika aktivitas memasak di dapur SPPG sedang berlangsung. Saat kejadian, Rohmat dan Abdullah berada di sekitar area penyimpanan tabung gas yang terhubung dengan steamer.

“Sebelum ledakan, saksi menyebut sempat mencium bau gas di sekitar dapur,” kata dia.

Polisi menduga ledakan berkaitan dengan kebocoran pada jalur gas yang menghubungkan tabung dengan steamer.

Kebocoran tersebut diduga terjadi pada bagian regulator atau sambungan selang.Gas yang bocor kemudian diduga menyebar dari ruang penyimpanan tabung menuju area dapur melalui lorong penghubung.

Pada saat yang sama, steamer masih dalam kondisi menyala. Polisi menduga api dari steamer kemudian menyambar gas yang telah menyebar sehingga terjadi ledakan. Dwi Kartika Sari yang berada di lorong tersebut turut terkena sambaran api.

“Dugaan sementara, ada kebocoran pada jalur gas, baik dari regulator maupun sambungan selang. Gas kemudian diduga menyebar ke area lain dan bertemu dengan sumber api,” jelas Agus.

Polisi juga menduga kondisi ruang penyimpanan tabung gas yang tidak memiliki exhaust atau sistem ventilasi pembuangan yang memadai dapat menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi.

Namun, hal tersebut masih sebatas dugaan awal dan belum menjadi kesimpulan penyebab ledakan.

“Untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Petugas masih melakukan pemeriksaan di lokasi dan meminta keterangan para saksi untuk memastikan sumber kebocoran serta penyebab ledakan,” tegas Agus.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan titik kebocoran, kondisi instalasi gas, serta faktor yang memicu terjadinya ledakan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.