Tungku Kayu Jadi Awal Petaka, Api Hanguskan Rumah dan Usaha Warga Cipatujah

oleh -23 Dilihat
oleh
Percikan tungku kayu diduga menyambar bensin eceran hingga rumah dan toko sembako ludes terbakar dengan kerugian sekitar Rp200 juta.

TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Pagi yang seharusnya menjadi awal aktivitas warga di Kampung Cisaat II, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak berubah menjadi kepanikan.

Sekitar pukul 05.30 WIB, Kamis (17/9/2026), kobaran api muncul dari sebuah bangunan yang menjadi rumah sekaligus tempat usaha milik Hj. Hani (58).

Bangunan dua lantai tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal. Di bagian bawahnya terdapat toko sembako dan warung yang juga menjual bensin eceran.

Api diduga bermula dari tungku kayu yang digunakan Hani untuk menanak nasi. Saat itu, setelah menyalakan tungku, Hani meninggalkan dapur sebentar untuk pergi ke kamar mandi.

Tak disangka, ketika kembali, api sudah membesar.

Dapur sederhana yang berada di samping bangunan utama, dengan konstruksi kayu dan bambu serta beratap asbes, menjadi titik awal kobaran api. Api kemudian menjalar menuju warung.

Kondisi semakin sulit dikendalikan karena di dalam warung terdapat stok bensin eceran jenis 2-Tak. Lokasi penyimpanannya pun hanya berjarak sekitar 1,5 meter dari tungku.

Kapolsek Cipatujah Iptu Agus Sukmana mengatakan, percikan dari tungku diduga menyambar bahan bakar tersebut sehingga api dengan cepat membesar.

“Setelah menyalakan api di tungku dapur, korban meninggalkan area dapur sebentar untuk ke kamar mandi. Saat kembali, api sudah membesar dan menjalar ke area warung,” ujar Agus.

Dalam hitungan waktu, api melahap bagian dalam warung. Barang-barang dagangan, peralatan elektronik hingga kulkas ikut terancam dilalap si jago merah.

Hani yang melihat kobaran api semakin besar langsung meminta pertolongan. Warga sekitar pun berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Suraji (52) dan Toto Warsito (49), dua warga yang menjadi saksi kejadian, bersama warga lainnya turut berjibaku melakukan pemadaman.

Situasi berlangsung cukup menegangkan. Warga harus berusaha menghentikan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.

Respons cepat warga dan petugas akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sekitar satu jam setelah kejadian.

Bangunan rumah dan tempat usaha tersebut mengalami kerusakan berat. Kebakaran juga menghanguskan berbagai barang dagangan dan peralatan elektronik yang berada di dalamnya.

Polisi memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp200 juta.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.