TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Sebanyak 220 pengayuh becak di Kabupaten Tasikmalaya menerima bantuan Becak Listrik Indonesia dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian kepada para pekerja sektor informal, khususnya pengayuh becak lanjut usia yang masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyerahan bantuan becak listrik dilakukan secara simbolis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (9/9/2026).
Program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban fisik para pengayuh becak. Dengan menggunakan tenaga listrik, para penerima bantuan tidak lagi sepenuhnya mengandalkan kekuatan fisik ketika mengoperasikan becak untuk mengangkut penumpang maupun barang.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
Menurut Cecep, bantuan becak listrik tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat lapisan bawah yang masih menggantungkan penghasilan dari pekerjaan sehari-hari.
“Penerima bantuan becak listrik sebanyak 220 ini mendapat keberkahan dari Presiden RI. Terlebih melalui ikhtiar komunikasi yang baik dari Wakil Bupati, bantuan penerima manfaat yang datang ke Tasikmalaya cukup banyak,” ujar Cecep.
Ia juga mengapresiasi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang ikut berperan dalam proses penyaluran bantuan hingga dapat diterima langsung oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
Cecep menilai, bantuan tersebut memiliki manfaat yang cukup besar karena dapat meringankan pekerjaan pengayuh becak yang setiap hari harus mengandalkan tenaga untuk mendapatkan penghasilan.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat harus diwujudkan melalui kebijakan dan program yang memberikan manfaat nyata.
“Tidak ada kemanfaatan hidup manusia kecuali mampu memanfaatkan pikiran, tenaga, dan waktu yang dimilikinya untuk melahirkan kebijakan yang tepat, karena pada hakikatnya kita harus saling tolong-menolong,” katanya.
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi menjelaskan, Pemkab Tasikmalaya melakukan pendataan dan verifikasi sebelum bantuan becak listrik diserahkan kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh pengayuh becak yang memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan.
Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu perangkat daerah yang diarahkan untuk melakukan pendataan calon penerima berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Salah satu kelompok yang menjadi prioritas adalah pengayuh becak berusia 55 tahun ke atas. Selain usia, kondisi ekonomi penerima juga menjadi pertimbangan dalam proses penentuan penerima manfaat.
Asep mengatakan, proses verifikasi dilakukan secara berulang untuk meminimalkan kesalahan dalam penyaluran bantuan.
“Bantuan ini diharapkan bisa betul-betul bermanfaat. Sebelum unit diserahkan, para penerima juga telah mengikuti pelatihan teknis terkait cara penggunaan dan perawatan becak listrik tersebut,” kata Asep.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bagian penting dari program agar para penerima memahami cara mengoperasikan sekaligus merawat becak listrik.
Dengan pemahaman tersebut, kendaraan diharapkan dapat digunakan secara optimal dan memiliki masa pakai yang panjang.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, mengatakan program bantuan becak listrik tersebut memang diarahkan kepada pengayuh becak senior yang masih aktif bekerja.
Menurut Firman, faktor usia menjadi salah satu pertimbangan karena pekerjaan sebagai pengayuh becak membutuhkan tenaga fisik yang cukup besar.
“Tujuannya untuk meringankan beban kerja para pengendara becak yang berusia 55 tahun ke atas namun masih terus berjuang membiayai keluarga,” jelas Firman.
Ia menambahkan, bantuan tidak hanya berupa unit becak listrik. Yayasan GSN juga menyiapkan dukungan teknis bagi para penerima.
Dukungan tersebut diberikan untuk membantu memastikan becak listrik tetap dapat digunakan dengan baik. Apabila terjadi kendala teknis ketika kendaraan digunakan, penerima dapat memperoleh bantuan dari mekanik yang telah disiapkan.
“Jika ada kendala teknis di lapangan, akan dibantu langsung oleh mekanik kami. Unit becak listrik ini juga dilengkapi garansi resmi selama satu tahun,” pungkasnya.
Pengayuh Becak Sambut Bantuan
Salah seorang penerima bantuan, Hobir (64), mengaku bersyukur mendapatkan becak listrik tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Pemkab Tasikmalaya, dan pihak-pihak yang terlibat dalam program bantuan tersebut.
Menurut Hobir, becak listrik diharapkan dapat membantu meringankan pekerjaannya sehari-hari. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, penggunaan kendaraan listrik dinilai dapat mengurangi beban tenaga saat mencari nafkah.
“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan becak listrik ini. Bantuan ini sangat membantu saya untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Hobir.
Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan dengan baik dan menjadi sarana untuk terus bekerja secara mandiri.







