Detik-detik Longsor di Kampung Naga Terekam Warga, 2,5 Hektare Sawah Tertimbun, Korban Jiwa Berhasil Dihindari

oleh -29 Dilihat
oleh
Detik-detik longsor menimbun 2,5 hektar sawah di Kampung Naga Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Peristiwa longsor yang terjadi di kawasan Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 16.45 WIB, terekam jelas dalam sebuah video yang direkam warga.

Rekaman tersebut memperlihatkan detik-detik pergerakan tanah yang disusul robohnya pepohonan besar hingga akhirnya material longsor menimbun area persawahan di bawahnya.

Dalam video yang beredar, tampak tanah di lereng perlahan mulai bergerak. Sejumlah pohon besar bergoyang meski saat itu tidak ada angin kencang. Tak lama kemudian, tanah bergerak semakin cepat hingga membuat pepohonan tumbang secara beruntun.

Suasana mencekam pun terdengar dari balik rekaman. Seorang pria terdengar melantunkan selawat, sementara seorang ibu berteriak memanggil anaknya yang saat itu sedang mencari belut (ngurek) di area persawahan.

Video tersebut direkam oleh seorang warga ketika itu tengah berada di pematang sawah bersama warga lainnya.

Awalnya mereka lihat pohon-pohon seperti pohon kelapa dan petai bergoyang-goyang, padahal tidak ada angin besar.

Merasa ada kejanggalan, mereka segera mengabadikan peristiwa tersebut menggunakan telepon genggamnya. Beberapa saat kemudian, lereng mengalami longsor.

Material tanah bercampur pepohonan bergerak turun dan menimbun lahan persawahan yang berada tepat di bawah tebing.

Kepala Dusun Kampung Naga, Abah Otoy, mengatakan bencana tersebut nyaris menimbulkan korban jiwa. Pasalnya, sekitar 45 menit sebelum longsor terjadi, lokasi yang kini tertimbun masih dipenuhi warga yang sedang beraktivitas di sawah.

Menurutnya, para petani saat itu sedang menanam padi (tandur), membersihkan lahan, hingga mengatur aliran air irigasi. Bahkan, beberapa anak juga sedang mencari belut di sawah.

“Di situ banyak ibu-ibu yang sedang tandur, ada yang ngaberak, saya sendiri sedang membetulkan saluran air ke sawah. Bahkan ada anak-anak yang sedang ngurek mencari belut,” kata Abah Otoy.

Beruntung, ketika azan Asar berkumandang, para petani mulai menghentikan aktivitas dan pulang untuk menunaikan salat. Tidak lama setelah area persawahan kosong, sekitar pukul 16.45 WIB, longsor terjadi.

Warga Kaget Mendengar Teriakan
Abah Otoy mengaku dirinya baru saja keluar dari masjid usai melaksanakan salat Asar ketika mendengar teriakan warga dari arah persawahan.

Saat tiba di lokasi, ia mendapati hamparan tanah bercampur pepohonan besar telah menutupi area persawahan yang sebelumnya masih digunakan warga untuk bercocok tanam.
Material longsoran terlihat menutup hampir seluruh lahan pertanian di kaki lereng, menyisakan kerusakan cukup luas.

Sebanyak 35 Petak Sawah Tertimbun
Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan persawahan yang terdampak mencapai sekitar 2,5 hektare.

Abah Otoy menjelaskan, terdapat 35 petak sawah milik delapan warga Kampung Naga yang tertimbun material longsor.
“Kalau dari jumlah sawahnya ada 35 kotak milik delapan orang warga Kampung Naga. Semuanya baru ditanami benih padi, bahkan ada yang baru ditanami siang tadi,” pungkasnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian bagi para petani karena tanaman padi yang baru ditanam tertimbun material longsor. Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan terhadap lokasi bencana sekaligus memberikan bantuan kepada para petani yang lahannya terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.