Nyawa Siswa Selamat karena Sekolah Sudah Usai, Dua Ruang Kelas SMPN 1 Bantarkalong Ambruk

oleh -18 Dilihat
oleh
Dua ruang kelas dan ruang kesenian SMPN 1 Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, ambruk akibat bangunan lapuk. Siswa kini belajar di aula sambil menunggu program revitalisasi pemerintah.

TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Kondisi bangunan sekolah yang telah termakan usia akhirnya memakan korban fasilitas pendidikan. Dua ruangan di SMP Negeri 1 Bantarkalong, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, ambruk pada Senin (27/7/2026). sekitar pukul 17.15 WIB. Bangunan yang roboh terdiri dari satu ruang kelas dan satu ruang kesenian.

Beruntung, peristiwa tersebut terjadi setelah seluruh kegiatan belajar mengajar dan ekstrakurikuler selesai. Seluruh siswa telah pulang ke rumah sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

Kepala SMPN 1 Bantarkalong, Nono Darsono, mengatakan bangunan yang ambruk diduga roboh akibat kondisi material yang sudah lapuk dimakan usia.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena kejadiannya sore hari setelah anak-anak selesai kegiatan ekstrakurikuler dan sudah pulang. Dugaan sementara bangunan roboh karena usia bangunan yang sudah lapuk,” ujarnya saat ditemui, Selasa (28/7/2026).

Menurut Nono, kerusakan sebenarnya tidak hanya terjadi pada dua ruangan tersebut. Sejumlah ruang lainnya seperti laboratorium dan perpustakaan juga mengalami kondisi yang memprihatinkan sehingga membutuhkan penanganan segera.

“Kondisi bangunan sekolah kami memang sudah cukup tua. Banyak ruangan yang kondisinya sudah tidak layak sehingga perlu segera direhabilitasi,” katanya.

Meski diterpa musibah, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Untuk sementara waktu, siswa kelas IX yang terdampak dipindahkan ke ruang aula agar proses pembelajaran tidak terganggu.

“Untuk sementara pembelajaran kelas IX dialihkan ke aula sekolah supaya kegiatan belajar tetap berjalan,” jelasnya.

Nono mengungkapkan, dua ruang yang ambruk sebenarnya telah diusulkan untuk diperbaiki melalui program revitalisasi tahun 2026. Usulan tersebut sudah disampaikan kepada dinas terkait sebelum kejadian berlangsung.

Ia mengaku telah melaporkan peristiwa ambruknya bangunan kepada Dinas Pendidikan dan mendapat respons positif. Berdasarkan informasi yang diterima, SMPN 1 Bantarkalong termasuk sekolah yang masuk dalam daftar penerima bantuan revitalisasi tahun ini.

“Kami berharap bantuan revitalisasi bisa segera direalisasikan sehingga siswa kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 1 Bantarkalong, Undang Saepul Rohman, membenarkan bahwa sebagian besar ruang kelas di sekolah tersebut memang sudah tidak layak digunakan.

“Kami bersama kepala sekolah masih menunggu keputusan revitalisasi dari pemerintah pusat karena sekolah ini sudah masuk daftar penerima. Informasinya Agustus nanti akan ada bimbingan teknis,” kata Undang.

Peristiwa ini menjadi sorotan terhadap kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. Sekolah berharap pemerintah segera mempercepat realisasi program revitalisasi agar aktivitas belajar mengajar tidak lagi dilakukan di ruang darurat dan keselamatan peserta didik dapat terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.