Tak Hanya Kelas Jauh, Gedung Utama SDN Kubangsari Taraju Rusak Parah hingga Siswa Mengungsi ke Madrasah

oleh -8 Dilihat
oleh
Kondisi SDN Kubangsari Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, semakin memprihatinkan. Selain kelas jauh yang viral, bangunan sekolah induk juga rusak berat hingga siswa harus belajar di madrasah

TASIKMALAYA, NUSANTARATIMES.ID – Kondisi memprihatinkan SDN Kubangsari di Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, ternyata tidak hanya terjadi pada kelas jauhnya yang sebelumnya menjadi sorotan publik. Bangunan sekolah induk pun mengalami kerusakan berat hingga sejumlah ruang kelas dan kantor guru ambruk, memaksa seluruh kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke bangunan madrasah.

Kerusakan tersebut menjadi potret masih lemahnya infrastruktur pendidikan di wilayah pelosok Kabupaten Tasikmalaya. Demi menghindari risiko yang membahayakan keselamatan siswa dan guru, pihak sekolah tidak lagi menggunakan gedung utama yang kondisinya semakin rapuh.

Kepala SDN Kubangsari, H. Relin Dodi Purnama, mengatakan kerusakan bangunan menjadi persoalan serius yang menghambat proses belajar mengajar. Ia mengaku prihatin karena sejak mulai bertugas sekitar tiga bulan lalu, kondisi sekolah sudah jauh dari kata layak.

“Secara ideal sekolah ini membutuhkan 11 ruang kelas untuk melayani seluruh rombongan belajar. Namun kondisi yang ada saat ini masih jauh dari kebutuhan karena sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat,” ujar Relin, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, kerusakan paling parah terjadi pada ruang kelas 1 dan kantor guru yang ambruk pada November 2025. Bangunan tersebut merupakan bagian dari gedung yang dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNM) sekitar tahun 2009 dan sebelumnya digunakan untuk kegiatan belajar siswa kelas IA dan IB.

Kini, bangunan tersebut hanya menyisakan dinding yang retak, plafon yang runtuh, serta struktur bangunan yang dinilai sangat berbahaya apabila tetap digunakan.

Tak hanya itu, ruang kelas 2, 3, dan 4 juga mengalami kerusakan cukup parah. Plafon banyak yang roboh, kusen pintu dan jendela rusak, sementara sebagian besar kaca jendela pecah sehingga ruang belajar tidak lagi aman maupun nyaman bagi peserta didik.

Kerusakan juga melanda fasilitas penunjang pendidikan. Gedung perpustakaan dan toilet siswa sudah lama tidak difungsikan karena kondisinya yang rusak dan membahayakan.

Sebelum bangunan semakin parah, warga sekitar sempat bergotong royong memperbaiki bagian atap secara swadaya agar ruang kelas tetap bisa digunakan. Namun upaya tersebut hanya bersifat sementara dan tidak mampu mengatasi kerusakan struktur bangunan.

Atas dasar keselamatan, pihak sekolah akhirnya memindahkan seluruh aktivitas belajar mengajar ke bangunan madrasah yang berada tidak jauh dari lingkungan sekolah.

Relin mengungkapkan pihaknya telah mengajukan usulan revitalisasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Namun hingga kini, realisasi pembangunan belum juga dapat dipastikan.

“Dari dinas disampaikan bahwa usulan kami sudah masuk sistem. Namun untuk pelaksanaan perbaikannya belum bisa dipastikan karena masih menunggu ketersediaan anggaran,” katanya.

Kondisi sekolah induk yang rusak berat semakin memperpanjang daftar persoalan yang dihadapi SDN Kubangsari. Sebelumnya, publik juga dibuat prihatin dengan kondisi kelas jauh sekolah tersebut yang digunakan oleh 25 siswa kelas 1 dan kelas 2. Mereka terpaksa belajar di bangunan bekas rumah panggung berukuran sekitar 5 x 4 meter, berdinding bilik bambu tanpa sekat dan kerap bocor saat hujan.

Situasi tersebut memunculkan harapan besar dari guru, orang tua siswa, hingga masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera merealisasikan revitalisasi SDN Kubangsari. Mereka menilai anak-anak di daerah terpencil memiliki hak yang sama untuk memperoleh fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan layak sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.